Sebanyak 268 peserta yang merupakan perwakilan Satuan Pengawasan Intern (SPI) dari 106 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Politeknik Negeri, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) berkumpul di Universitas Jember (UNEJ). Selama empat hari (24–28/9/2025), mereka mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) SPI guna memilih ketua forum SPI PTN Indonesia, menetapkan program kerja, sekaligus berdiskusi mengenai perkembangan terbaru di bidang pengawasan.
Kegiatan Munas SPI dibuka oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendiktisaintek, Chatarina Muliana Girsang, yang sekaligus menjadi pembicara kunci. Dalam arahannya, ia menegaskan peran strategis SPI sebagai early warning system di lingkungan PTN.
“SPI menjalankan amanah sebagai Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang memastikan tata kelola PTN berjalan baik dan bebas dari KKN. Tugas SPI itu berat, sebab mengawasi tata kelola mulai dari jajaran pimpinan hingga kawan sendiri,” ungkap Chatarina.
Irjen Kemendiktisaintek juga menekankan bahwa personel SPI harus kompeten, profesional, dan berintegritas agar dapat menjalankan peran strategisnya. Ia mendorong SPI memperkuat jejaring antar-PTN, bahkan berkolaborasi dengan lembaga negara seperti BPK dan KPK.
Rektor UNEJ, Iwan Taruna, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi SPI UNEJ sebagai mitra dalam tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, peran SPI terbukti membawa UNEJ meraih sejumlah penghargaan nasional, mulai dari pengelolaan Nilai Kerja Anggaran (NKA), penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), hingga penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran dari Kementerian Keuangan.“Saya berharap Munas SPI 2025 di Kampus UNEJ menghasilkan rekomendasi penting dalam pengembangan SPI serta memperkuat kerja sama agar kita bisa maju bersama,” ujarnya.
Ketua Panitia Munas SPI 2025, Prof. Ika Barokah Suryaningsih, menjelaskan bahwa hari pertama diisi dengan pemaparan materi oleh Direktur Sumber Daya Kemendiktisaintek, Prof. Sri Suning Kusumawardhani, serta Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara, Agus Sunarya Sulaeman. Hari kedua menghadirkan Inspektur I Inspektorat Kemendiktisaintek, Lindung Sirait, sebelum dilanjutkan rapat komisi, sidang pleno, dan pemilihan Ketua Forum SPI se-Indonesia.
“Tema Munas SPI kali ini adalah SPI PTN sebagai pilar pengendalian intern menuju perguruan tinggi negeri yang bersih dan profesional,” tutur Prof. Ika.























